Senin, 10 November 2014

Canting Catatan Penting Bahasa Warna JiwangGa-Nya

oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha 
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
 Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO


Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX


 
"Hidup ini bukan mencari WAH. Tapi WOH. WAH (kulit), WOH (isi)."
(Sumber Padepokan Tri Buwana Langgeng)

Daya Hidup Melingkupi Wadah Hidup
Wadah Hidup Di Lingkupi Daya Hidup
Pikiran Pemikiran dan Pola Pikir  Mempengaruhi Perilaku
Kebisaan dan Kebiasaan Perilaku Mempengaruhi Pikiran Pemikiran dan Pola Pikir

Jiwalah, Jiwangga Di Dadalah PR_ING Sun lah Mampu Menyeimbangkan
dan Menyelaraskannya.





Batik merupakan kain yang terdapat corak dan motif. Pembuatan batik tak lepas dari alat pembuatannya yaitu canting. Canting merupakan sebuah alat yang dipakai untuk memberi corak pada batik tulis. Alat ini memiliki tiga bagian utama yaitu nyamplung, cucuk dan gagang. Nyamplung merupakan tempat menampung cairan malam (lilin) yang terbuat dari tembaga. Cucuk merupakan tempat keluarnya malam, dan gagang merupakan tangkai canting yang biasanya terbuat dari bambu atau kayu.

Tiga bagian utama dari canting ini mewakili jiwa orang jawa yang merupakan tempat asalnya batik tulis. Gagang menggambarkan pondasi yang kuat berupa keimanan kepada Tuhaan Yang Maha Esa, kemudian Nyamplung menandakan kebesaran hati dalam menampung semua permasalahan kehidupan, dan cucuk sendiri melambangkan istilah sedikit bicara banyak bekerja, dimana cucuk ini berukuran kecil dan harus sangat hati – hati jika ingin mengeluarkan malam dari cucuk ini.

Canting bagi orang awam mungkin disebut benda mati, tetapi bagi orang – orang yang benar – benar memahami dan menjiwai masalah batik, maka canting ini merupakan benda yang bernyawa, mempunyai ruh yang menyuguhkan corak – corak keindahanyang tak pernah mengenal kata kesudahan, yang tak pernah bisa ditelan ruang dan zaman. Untuk menghasilkan batik tulis yang bernilai maka diperlukan penyatuan diri antara jiwa pembatik dengan canting yang akan digunakan untuk menulis batik tulis. Dibutuhkan juga harmoni antara hembusan nafas dan perasaan ketika mulai menuangkan cairan malam dalam lembaran kain putih. Tidak hanya dibutuhkan kekuatan untuk memegang gagang canting,tapi juga kebesaran jiwa dan kesabaran dalam menciptakan mili demi mili goresan keindahan yang keluar dari cucuk canting. Dengan perpaduan jiwa yang telah bersinergi tersebu terciptalah maha karya keindahan batik tulis yang seolah – olah bernyawa.

Alat ini memiliki tiga bagian utama yaitu nyamplung, cucuk dan gagang. Nyamplung merupakan tempat menampung cairan malam (lilin) yang terbuat dari tembaga. Cucuk merupakan tempat keluarnya malam, dan gagang merupakan tangkai canting yang biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Gagang menggambarkan pondasi yang kuat berupa keimanan kepada Tuhaan Yang Maha Esa, kemudian Nyamplung menandakan kebesaran hati dalam menampung semua.Canting seolah mempunyai ruh yang menyuguhkan corak - corak keindahanyang tak pernah mengenal kata kesudahan, yang tak pernah bisa ditelan ruang dan zaman. Untuk menghasilkan batik tulis yang bernilai maka diperlukan penyatuan diri antara jiwa pembatik dengan canting yang akan digunakan untuk menulis batik tulis. Dibutuhkan juga harmoni antara hembusan nafas dan perasaan ketika mulai menuangkan cairan malam dalam lembaran kain putih. Tidak hanya dibutuhkan kekuatan untuk memegang gagang canting,tapi juga kebesaran jiwa dan kesabaran dalam menciptakan mili 
demi mili goresan keindahan yang keluar dari cucuk canting. Dengan perpaduan jiwa yang telah bersinergi tersebut permasalahan kehidupan, dan cucuk sendiri melambangkan istilah sedikit bicara banyak bekerja.
terciptalah maha karya keindahan batik tulis yang seolah - olah bernyawa. 
(dari Batikkatulistiwa.blogspot.com)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar